Menatap Hamparan Surga di Pintu Gua Sigolo-Golo, Jombang

Riak sungai Boro terdengar mengalun memenuhi jagad. Sungai itu membelah dua sisi perbukitan yang berada di wilayah Wonosalam, Jombang, Jawa Timur. Batu-batu besar menjadi penghuni bagi derasnya arus yang mengalir di sepanjang kali. Tak jauh dari gemericik air sungai nan jernih itu, bertengger sebuah gua yang menyimpan legenda bagi masyarakat sekitar. Akar-akar tua dari pepohonan yang berada di dinding perbukitan menjadi tangga pijakan bagi wisatawan yang ingin mencapai pintu gua. Namun, selalu ada hadiah bagi anak manusia yang berupaya.

Setelah bersusah payah memanjat tebing-tebing perbukitan, sepotong surga disajikan oleh Yang Maha Kuasa, tepat di mulut gua. Dentum jantung dan helaan nafas menjadi musik pengiring saat menikmati atraksi alam tersebut. Nuansa hijau nan sejuk kian terasa, terlebih saat berpadu dengan bau basah dari dalam gua. Rasa syukur tak henti-hentinya mengorbit dalam jiwa, menjadi pengayaan batin tersendiri saat berhasil menapakkan kaki di bibir gua dan duduk menyepi memandangi anugerah dari Yang Maha Mencipta.

 

Tampak Bagai Sepotong Surga

https://www.instagram.com/p/B3CIxZuldYi/?utm_source=ig_web_copy_link

Gapura desa Panglungan menjadi penyambut pertama saat tiba di lokasi. Suasana pedesaan tampak mengakrabi diri dengan para pengunjung. Masyarakat yang ramah selalu melukiskan senyum di bibir mereka, memberikan kedamaian tersendiri bagi pengunjung yang diliputi rasa penasaran terhadap panorama Gua Sigolo-golo. Beberapa papan penunjuk keberadaan lokasi menjadi penolong bagi masyarakat yang kesusahan menemukan letak persis destinasi wisata tersebut. Meski telah kondang di dalam dongeng dan kearifan lokal masyarakat Jombang sekitarnya, pada kenyataannya Gua Sigolo-golo masih tetap terjaga keasriannya.

Beberapa dari warga bahkan percaya bahwa hanya yang berhati bersih, yang mampu menuju goa di atas bukit dengan selamat. Hal ini tentu menjadi catatan penting bagi wisatawan untuk tetap berhati-hati dan menyiapkan banyak hal, terutama sepatu khusus untuk memanjat tebing perbukitan di depan sana. Selain itu, tentunya wisatawan perlu menjaga etiket dan tingkah laku saat hendak mengunjungi destinasi wisata ini sesuai dengan norma kesopanan yang berlaku di tempat itu.

Konon, pada masanya, Gua Sigolo-golo digunakan sebagai tempat bersemedi ayahanda Damar Wulan. Selain itu, gua ini kerap digunakan sebagai tempat menyepi agar kekuatan dan kewibawaan kian meningkat. Suasana mistis sangat terasa saat melintasi gua bersejarah ini. Namun siapa sangka, di balik kemisteriusan yang disajikannya, gua ini menyimpan eksotisme alam yang luar biasa. Pengunjung tak akan berhenti untuk berdecak kagum saat melintasi pintu gua dan berdiri sejenak di sana. Hamparan bumi yang hijau dan teduh akan menjadi penghibur letih setelah bermenit-menit mendaki bukit menuju gua. Ya, tidak mudah mencapai puncak bukit di mana gua ini berada. Pengunjung harus menaklukkan tantangan yang disajikan gua di atas bukit ini sejak di awal kedatangan.

 

Pengunjung akan Disuguhi Bentang Alam yang Beragam

Sesampainya di halaman parkir gua Sigolo-golo, pengunjung diharuskan membayar biaya retribusi sebesar Rp.5.000,00/orang. Biaya ini terbilang murah untuk eksotisme alam yang disajikan dan dapat dinikmati dari mulut gua nantinya. Setelah itu, wisatawan bergerak ke arah sungai Boro untuk melintasi derasnya air sungai. Tidak perlu khawatir akan terseret arus, sebab pengunjung dapat melintas di batuan-batuan besar yang terdapat di badan sungai. Kesegaran yang tersaji di sungai ini dapat membuat pengunjung betah berlama-lama mengarungi sungai. Jadi, bagi pengunjung yang ingin mengunjungi gua Sigolo-golo diharapkan untuk memantapkan niat dan tidak tergoda dengan jernih dan segarnya air sungai Boro ini.

Setelah menyeberangi sungai, pengunjung harus memanjat dinding perbukitan. Tenang, ada akar-akar pohon tua yang dapat digunakan sebagai tangga pijakan alami. Pengunjung diharapkan menggunakan alas kaki yang nyaman dan menunjang kegiatan outdoor ini. Bagaimanapun jua, keselamatan harus tetap diutamakan, bukan? Setelah berhasil memanjat tebing, pengunjung akan dapat menyaksikan sisi keindahan bumi yang terhampar di kaki bukit, tepat saat tiba di bibir gua.

Hamparan luas bumi Jombang ini tentunya sayang untuk dilewatkan. Beberapa pengunjung pun mendokumentasikannya lewat bidikan kamera. Kenangan memanjat tebing demi mengabadikan eksotisme alam dan kesakralan gua Sigolo-golo tentunya menjadi cita-cita bagi sebagian pengunjung, selain ingin menyepi dari kepenatan hidup dan beroleh berkat di tempat wisata ini.

Melihat aneka atraksi alam dan ketenanga yang disajikan destinasi wisata ini, tertarik kah berkontemplasi di Gua Sigolo-golo akhir pekan ini?

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password