Keren, Lokasi Syuting AADC 2 hingga Susah Sinyal ini Wajib Dikunjungi!

Lokasi Syuting AADC 2
Rate this post

Enaknyakemana.com – Apakah kamu termasuk penggemar film Indonesia? Kira-kira apakah yang membuatmu tertarik dengan film buatan dalam negeri? Mungkinkah lokasi syuting atau pengambilan gambarnya? Salah satu yang mungkin begitu ikonik adalah lokasi syuting AADC 2 yang kini banyak digunakan sebagai destinasi wisata bagi para penggemar filmnya. Sebenarnya tak hanya AADC 2, ketiga film Indonesia populer lainnya juga berlokasi di tempat yang instagenic dan menarik. Kira-kira apa saja ya? Yuk kita simak!

Lokasi Syuting AADC 2 hingga Susah Sinyal yang Cocok Dijadikan Destinasi Wisata

1. Situs Istana Ratu Boko, Yogyakarta yang menjadi lokasi pengambilan gambar AADC 2

Siapa yang masih ingat adegan di antara Rangga dan Cinta di lokasi syuting AADC 2 ini? (Foto: Instagram/@putri.pnst._)

Film roman remaja Ada Apa dengan Cinta atau AADC pertama yang sukses pada tahun 2002, akhirnya dibuat sekuelnya pada tahun 2016 lalu dengan judul Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC 2). AADC 2 yang menceritakan kelanjutan jalinan kasih antara Rangga dan Cinta saat berusia 30-an ini menggunakan situs Istana Ratu Boko (Yogyakarta) sebagai lokasi pengambilan gambar.

Situs Ratu Boko merupakan suatu kompleks kerajaan yang sudah ada sejak abad kedelapan. Tempat ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu gapura utama, candi pembakaran, lapangan, kolam, pendopo, paseban dan gua. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke situs ini adalah sore hari karena wisatawan bisa menikmati keindahan pemandangan matahari terbenam dari gapura utama situs.

2. AADC 2 juga memasukkan pesona Punthuk Setumbu sebagai lokasi syutingnya

Kamu bisa menikmati romansa antara Cinta dan Rangga sekaligus harumnya aroma embun di tempat ini (Foto: Instagram/@punthuksetumbu)

Masih membahas tentang lokasi syuting dari film AADC 2, Punthuk Setumbu juga menjadi salah satu lokasi yang dipilih untuk pengambilan gambar film. Bukit yang terletak dekat dengan Candi Borobudur ini sangat cocok untuk menikmati sunrise yang terbit di antara Gunung Merapi dan Merbabu. Selain itu, terdapat banyak rumah panggung yang bisa digunakan wisatawan yang berkunjung untuk bersantai sembari menikmati pemandangan yang ada.

Baca juga : 4 Destinasi Terbaru yang Siap Kamu Jelajahi di Magelang!

3. Penggemar film Keluarga Cemara pasti tidak ingin melewatkan keindahan Curug Cigangsa, Sukabumi

Pesona Indonesia yang khas akan kamu nikmati saat berkunjung ke lokasi syuting Keluarga Cemara ini (Foto: Instagram/@exploreciletuh)

Film Keluarga Cemara yang diangkat dari sinetron tahun 90-an membawa aura nostalgia bagi para penggemar film di Indonesia. Film tentang keluarga ini memberikan banyak pesan positif kepada semua lapisan masyarakat.

Lokasi pengambilan gambar pada film ini berada di Sukabumi, salah satunya adalah Curug Cigangsa. Lokasi ini Memiliki panorama alam memukau yang tidak boleh dilewatkan oleh para penggemar air terjun. Air terjun ini terdiri dari tiga tingkatan dan memiliki dinding batu agak kehitaman yang menambah nilai keelokannya.

4. Melejit berkat film Kulari ke Pantai, G-Land (Pantai Plengkung) Banyuwangi nyatanya semakin populer hingga kini

Pantai Plengkung semakin menjadi primadona berkat melejitnya film Kulari ke Pantai (Foto: Instagram/@indoflashlightjatimid)

Banyuwangi termasuk daerah dengan lokasi wisata yang cukup banyak. Pesona wisata alamnya yang memukau membuat wisatawan ramai berkunjung setiap tahun. Salah satu wisata alam di Banyuwangi, G-Land atau Pantai Plengkung pernah dijadikan lokasi syuting film Kulari Ke Pantai (2018).

Film tersebut menampilkan keindahan G-Land. Pantai ini merupakan salah satu spot yang cukup terkenal bagi para peselancar dunia, karena termasuk pantai dengan ombak terbaik. Selain itu, G-Land sangat cocok sebagai tempat bersantai menghabiskan hari, karena memiliki garis pantai yang panjang, hamparan pasir dengan kombinasi tiga warna yaitu warna putih, biru dan hijau.

Baca juga : Rekomendasi Tempat Wisata di Indonesia yang Mirip Dengan Luar Negeri

5. Air terjun Tanggedu, Sumba, lokasi syuting film Susah Sinyal siap memukaumu dengan pesonanya

Nah, siapa nih yang bisa mengelak pesonanya? (Foto: Instagram/@kompasnusantara)

Film Susah Sinyal (2017) karya Ernest Prakasa mengambil lokasi syuting di Sumba timur yang memiliki banyak tempat wisata alam memukau seperti air terjun Tanggedu. Perjalanan untuk menuju air terjun cukup sulit dan jauh, namun semuanya akan terbayar setelah mencapai lokasi air terjun. Air terjun ini memiliki batuan berlapis-lapis dan airnya jernih dengan warna biru tosca. Wisatawan yang datang bisa berenang di sekitar air terjun ini.

6. Tak hanya air terjun Tanggedu, film Susah Sinyal juga mengambil latar pengambilan gambar di pantai Walakiri, Sumba

Pantai ini juga populer dengan sajian matahari terbenamnya yang memukau (Foto: Instagram/@pergipedia)

Masih tentang lokasi syuting film Susah Sinyal, Pantai Walakiri juga menjadi salah satu lokasi pengambilan gambar film ini. Ketika sampai di pantai ini, wisatawan akan disuguhi hamparan pasir putih, pohon kelapa, pohon mangrove, dan birunya laut. Hal yang tidak boleh terlewatkan saat ke pantai ini adalah keindahan pantai saat matahari terbenam. Gabungan langit senja dan siluet pohon-pohon mangrove sangat cantik dan artistik bagaikan sebuah lukisan hidup.

Nah, setelah membaca ulasan lokasi syuting AADC 2 hingga Susah Sinyal di atas, kamu pasti semakin bangga dengan produk film besutan anak negeri, bukan? Pesona keenam lokasi syuting film Indonesia ini tentu juga menyadarkanmu bahwa generasi #MudaBertalenta mestinya mampu menjaga keindahan alam di daerahnya. Munculnya tempat-tempat wisata ini di film anak bangsa juga menjadi bagian dari promosi pariwisata Indonesia lho. Nah, dari keenam tempat yang ditawarkan, mana yang paling memikat hatimu? Pastikan untuk tetap menjaga tata krama dan kebersihan saat mengunjungi lokasi syuting film Indonesia di atas ya!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password