Jelajah Pulau Enggano di Samudera Hindia, Konon Tersembunyi Harta Karun Berlimpah!

Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudera Hindia. Pulau ini merupakan bagian dari wilayah pemerintahan Kabupaten Bengkulu Utara,  Provinsi Bengkulu. Enggano berdiri sebagai satu kecamatan yang menaungi enam desa, yakni Desa Kahyapu, Ka’ana, Apoho, Malakoni, Meok dan Banjarsari, dan berpusat di Desa Apoho. Luas wilayah pulau mencapai empat ratus koma enam kilometer persegi (400,6 km2) dan berbatasan langsung dengan birunya Samudera Hindia.

 

Berkaitan dengan Sejarah Penemuannya, Tidak Lepas dari Peran Bangsa Portugis

Berkaitan dengan nama Enggano, penduduk setempat tidak memiliki catatan sejarah yang valid terkait hal itu. Namun, diperkirakan nama Enggano berasal dari bahasa Portugis ‘engano’, yang berarti ‘kecewa’. Nama Enggano pertama kali ditulis oleh Cornelis de Houtman saat melakukan ekspedisi bersama empat kapal yang bernama Mauritius, Hollandia, Amsterdam, dan Duyfken. Pada catatan perjalanannya, yang apabila diterjemahkan dalam bahasa indonesia berbunyi, “05-06-1596, Tiba di pulau Hindia yang pertama : pulau Enggano, di sebelah barat pulau Sumatera bagian selatan”.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana Houtman mengetahui nama pulau ini. Namun, penamaan pulau ini kemudian digunakan untuk menyebut suku asli pulau Enggano, yang terbagi menjadi lima puak atau sub-suku. Semuanya menggunakan bahasa yang sama, yakni Bahasa Enggano. Suku ini menempati Enggano pada zaman Penjajahan Belanda sekitar tahun 1934. Selain suku Kauno, terdapat Suku Banten yang merupakan pendatang dan empat suku lainnya. Penduduk pulau ini rata-rata hidup dari perkebunan kakao dan merica atau lada, yang hasilnya dijual ke kota Bengkulu.

 

Apa yang Bisa Dijelajahi di Enggano?

Berkunjung ke Enggano tak lengkap rasanya tanpa menjelajahi pantai-pantainya yang masih asri. Hamparan pasir putih dan pertemuan dengan binar cahaya mentari seakan memanjakan mata. Nyiur-nyiur yang menjulang tinggi di antara rimbunan pohon membuat wisatawan betah berlama-lama menelusuri eksostisme pulau terpencil ini. Aneka kawasan konservasi memang dibuat di pulau ini, seperti Hutan Suaka Alam Kioyo I dan Kioyo II, Hutan Suaka Alam Teluk Klowel, Hutan Wisata Alam Tanjung Laksaha, dan Hutan Suaka Alam Bahuewo. Luas lahan hutan di Pulau Enggano dapat dikatakan masih lebat dan mencapai belasan ribu hektar. Bahkan, keberadaan hutan adat dan keramat masih diperhitungkan di pulau ini.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sensasi surving dan bersentuhan langsung dengan debur ombak Pantai Selatan, tempat ini sangat disarankan untuk dikunjungi. Selain surving atau berselancar, pengunjung juga dapat memancing, snorkeling, berenang atau sekedar bermain-main pasir di pantai. Eksotime alam Pulau Enggano patut diacungi jempol, terlebih penduduk lokal sangat ramah terhadap wisatawan yang datang bertandang. Lokasi wisata bahari di Pulau Enggano terdapat di perairan Pulau Dua, Pulau Merbau, Kahyapu, dan aneka pantai yang tersebar di seluruh sudut pulau ini.

 

Konon Ada Banyak Harta Karun Tersembunyi di Pulau Enggano

https://www.instagram.com/p/B7psaVsAHNA/?utm_source=ig_web_copy_link

Salah satu hal yang menarik dari Pulau Enggano adalah harta karun tersembunyi yang berada di dasar perairan pulau ini. Diperkirakan ada kapal-kapal perang Portugis dan Belanda yang tenggelam di perariran sekitar pulau. Hal ini tentu menjadi poin tambahan bagi wisatawan yang tertarik dengan jelajah sejarah bahari. Melihat semua potensi yang dimiliki pulau ini, tak heran bila pulau ini kerap dijuluki gadis yang tengah berhias diri. Terutama karena di pulau ini, penginapan sangat minim. Namun, wisatawan yang ingin berkunjung tak perlu khawatir. Karena warga-warga lokal menyediakan penginapan dengan harga yang bersahabat. Selain itu, wisatawan juga dapat mempelajari banyak hal seputar kehidupan penduduk Enggano.

Wisatawan yang tertarik berkunjung ke pulau iini, disarankan untuk melancong pada bulan Juni dan Juli atau saat bulan kering, mengingat posisi pulau ini yang berada di area perputaran angin samudera. Pulau Enggano beriklim tropis basah yang sangat dipengaruhi oleh laut, sehingga pengunjung juga perlu mempertimbangkan waktu yang sesuai untuk berwisata di pulau ini. Untuk mencapai pulau ini, ada dua jenis perjalanan yang bisa ditempuh yaitu lewat laut dan udara. Perjalanan laut membutuhkan waktu sekitar 12-18 jam tergantung kondisi cuaca, dengan menaiki KMP Raja Enggano atau KMP Perintis Sabuk Nusantara. Sedangkan perjalanan udara hanya membutuhkan waktu 30-40 menit melalui pesawat perintis dari Kota Bengkulu.

Setelah melihat semua keindahan yang disajikan Pulau Enggano ini, jadi tertarik menjelajah seisi surga di Lautan Hindia ini, bukan?

 

Penulis: Fitria Yusrifa

 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password