Berbagai Fasilitas Mewah di Bandara Kulon Progo, Andalan Wisata Yogyakarta

Berbagai Fasilitas Mewah di Bandara Kulon Progo

Enaknyakemana.com – Bandara Kulon Progo, Yogyakarta atau yang sering disebut Bandara NYIA (New Yogyakarta International Airport) kabarnya akan diresmikan pada 2 pekan sebelum lebaran. Bandara ini akan menggantikan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta yang saat ini kelebihan kapasitas, baik penumpang maupun pesawat. Bandara NYIA Kulon Progo ini nantinya akan menjadi andalan wisata Yogyakarta. Kabarnya di bandara baru Yogyakarta ini akan ada berbagai fasilitas mewah yang dapat menunjangnya menjadi bandara bertaraf internasional. Apa saja fasilitas tersebut? Yuk simak ulasannya.

Berbagai Fasilitas di Bandara Kulon Progo

Runway yang panjang

Bandara Kulon Progo - Runway yang panjang
Foto: Shutterstock

Landasan pacu atau runway Bandara Kulon Progo ini memiliki panjang 3.250 meter dan lebar 75 meter. Namun ini baru fase pertama. Kabarnya ke depannya runway ini akan diperpanjang di fase kedua pembangunannya yaitu hingga mencapai 3.600 meter.

Panjang runway di fase pertama sebenarnya sudah jauh lebih panjang jika dibandingkan dengan sebagian besar bandara lain di Indonesia yang rata-rata panjangnya 3.000 meter atau malah di bawahnya. Sedangkan jika nantinya pembangunan fase kedua selesai, panjang runway NYIA ini akan sama dengan yang dimiliki Bandara Internasional Soekarno Hatta yaitu 3.600 meter dan runway terpanjang ketiga setelah Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (4.025 m) dan Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara (3.750 m).

Tidak hanya panjang, runway yang dimiliki Bandara Kulom Progo ini juga memiliki kualitas yang sangat keras. Kualitasnya ada di tingkat ketebalan landasan level 100 atau tingkat pavement classification number (PCN). Dengan tingkat ketebalan ini, pesawat terberat di dunia saat ini pun dapat mendarat di landasan pacu ini.

Terminal yang luas

Bandara Kulon Progo - Terminal yang luas
Foto: Shutterstock

Di tahap awal, bangunan terminal Bandara NYIA Kulon Progo memiliki luas 12.920 meter persegi untuk penerbangan domestik. Luas ini sama dengan luas Terminal A Bandara Adisutjipto.

Adapun pada pembangunan fase pertama yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019, luas terminal akan dikembangkan menjadi 130.000 meter persegi yang bisa menampung 15 juta penumpang setiap tahunnya. Selain itu, bandara ini juga akan memiliki hanggar seluas 371.125 meter persegi yang bisa menampung pesawat hingga sebanyak 28 unit.

Sedangkan pada pembangunan fase kedua, terminal bandara akan diperluas menjadi 195.000 meter persegi dengan kapasitas hingga 20 juta penumpang per tahun.

Konstruksi gedung terminal bandara dirancang untuk tetap kokoh menahan gempa dengan kekuatan hingga 8,8 SR dan juga terjangan tsunami. Contohnya pusat listrik yang tidak ditempatkan di lantai 1 agar tidak terkena saat tsunami menerjang.

Baca juga : Inilah Bandara Paling Sibuk Sedunia, Traveler Harus Tahu Ini!

Gedung crisis center

Gedung crisis center
Foto: Lifestyle Okezone

Selain dibangunnya beberapa gedung untuk operasional, di Bandara NYIA Kulon Progo ini juga dibangun gedung crisis center untuk mengantisipasi terjadinya gempa dan tsunami. Gedung ini merupakan Tempat Evakuasi Sementara (TES) baik bagi orang-orang di dalam bandara maupun masyarakat di sekitar bandara. Pembangunan gedung melibatkan pakar tsunami dari Jepang. Gedung ini memiliki tinggi 6 meter dimana menurut pakar tsunami ketinggian air sampai ke tempat ini diperkirakan 3-4 meter.

Untuk mengaksesnya terdapat lokasi landside yang saat ada tsunami semua pintunya akan dibuka. Masyarakat sekitar tidak perlu berlari jauh, hanya perlu masuk ke area bandara dan naik ke gedung TES. Sedangkan untuk orang-orang di terminal bandara bisa mengaksesnya di lantai dua terminal.

Masjid yang indah dan unik dengan konsep eco-green

Masjid yang indah dan unik dengan konsep eco-green
Foto: Harian Merapi

Masjid di bandara NYIA Kulon Progo yang bernama masjid Al-Akbar juga turut mengundang perhatian. Masjid ini memiliki bentuk unik yaitu seperti dome atau kubah raksasa setengah lingkaran yang dibangun di atas lahan dengan luas 760 meter persegi. Interiornya memakai ornamen desain batik kawung.

Masjid ini tidak memiliki daun pintu dan jendela karena memiliki konsep eco-green yang ramah lingkungan. Di masjid ini juga tidak ada AC karena ventilasi yang ada sudah bisa membuat aliran udara dalam masjid berjalan dengan lancar. Apalagi dengan letak bandara yang cukup dekat dengan laut, angin dari laut yang berhembus akan memberikan tambahan kesejukan.

Masjid ini juga tahan terhadap gempa sebagai upaya untuk mitigasi bencana. Di luar masjid dibangun taman hijau untuk mendukung konsep eco-green. Sebanyak kurang lebih 600 jamaah bisa ditampung di dalam masjid ini.

Baca juga : Destinasi Wisata Eksotis Di Indonesia Ini Sudah Punya Bandara

Kereta api bandara

Kereta api bandara
Foto: Shutterstock

PT KAI telah menyiapkan sejumlah rute perjalanan kereta api untuk mempermudah akses ke bandara. Enam perjalanan kereta api disiapkan untuk melayani penumpang dari Stasiun Tugu Yogyakarta atau Stasiun Maguwo ke Stasiun Wojo, Purworejo. Tarif sementara untuk kereta bandara ini adalah Rp 15.000, namun nantinya tarif akan dikenakan Rp 30.000.

Fasilitas yang disiapkan untuk penumpang kereta api bandara antara lain adalah ruang tunggu yang berbeda dengan penumpang kereta lain di masing-masing stasiun. Satu kereta bandara memiliki 4 gerbong dengan total 196 tempat duduk untuk penumpang dan fasilitas untuk berdiri.

Pemesanan tiket sementara masih bisa dilakukan di stasiun pada hari H keberangkatan. Namun jika nanti jadwal penerbangan di bandara NYIA Kulon Progo sudah ditentukan, tiket kereta akan dijual juga melalui KAI Access.

Lalu bagaimana akses ke bandara dari Stasiun Wojo? Tenang saja, akan disediakan shuttle bus DAMRI dari Stasiun Wojo menuju bandara dengan jarak tempuh 5 km atau sekitar 11 menit perjalanan.

Itulah tadi informasi mengenai berbagai fasilitas menarik di Bandara Kulon Progo yang ada di Jogja. Proyek pembangunannya memang belum 100% selesai. Namun bisa dipastikan dengan adanya bandara baru di area Yogyakarta ini akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang mengunjunginya. Apalagi jika nantinya ada rute penerbangan internasional baru setelah Bandara NYIA Kulon Progo beroperasi, bukan hanya Malaysia dan Singapore yang dilayani Bandara Adisutjipto saat ini.

***Featured image: Shutterstock

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password