
Panduan Belanja Oleh-Oleh Khas Yogyakarta yang Sedang Viral di Kalangan Gen-Z
Lupakan cara lama membawa tas kardus besar membosankan; mari merombak rute berbelanja ke destinasi souvenir hits incaran kerabat.
Tim Editorial
Waktu baca: 5 menit
Rencana kepulangan kembali ke Jakarta acapkali dirundung beban kewajiban membawa hantaran khas Yogyakarta bagi kantor atau kerabat sanak saudara (oleh-oleh). Pergulatan milih yang berharga ringan, kuat di simpan tahan lama, tanpa meredusir estetis cita rasa lokal sungguh lumayan memusingkan. Ayo menilik jejeran amunisi jajanan eksotik Jogja dengan sentuhan generasi modern ini!
1. Geleyar Lembut Bakpia Modern: Bakpia Tugu Jogja dan Kukus
Era pionir kebesaran merek seperti Bakpia Pathok 25 nan panggang selalu menjadi pilihan klasik. Akan tetapi, transformasi inovasi melekatkan gelar favorit pada tipe varian tekstur Bakpia Kukus Tugu Jogja. Berbentuk montok laksana kue bolu bundar, dengan isian keju lumer basah, cokelat luber dan pasta strawberry memanjakan penyuka kue kontemporer. Bungkus kotaknya kekinian memudahkan susun simpan menumpang kargo pesawat maupun jok kompartemen mobil.
2. Yangko, Mochi ala Keraton Yogyakarta
Mirip mochi Jepang bergetah legit namun dengan aroma serpih tepung, penganan lawas bernama Yangko mencatatkan peminat loyalnya. Sekarang penganan kenyal isi isian kacang tumbuk dibranding lebih elit oleh produsen lokal memajukan tekstur rasa lebih stabil dengan dominasi rona warna gemerlapan.
3. Cokelat Monggo: Sentuhan Belgia dalam Akar Jawa Tradisi
Pembuat cokelat yang diawali oleh eks-pendatang Eropa telah mapan menyematkan rasa berkelas artisan, yakni Cokelat Monggo yang berpusat dapur kreasi di Kotagede. Kehebohan utama terletak pada pemanfaatan materi kebun coklat dari kepulauan pribumi serta campuran gila berani: seperti varian coklat isi rendang, pralin coklat cabai gila, hingga krim durian dan biji pala! Sungguh souvenir paling mengagumkan nan tak disangka-sangka di ibukota kelak!
4. Pasar Beringharjo: Episentrum Belanja Daster dan Blus Batik Murah
Di kala barang kudapan tuntas dihabiskan pada hitungan hari, Anda butuh buah tangan kain seumur hidup. Menyapu los gelap lorong sentral utara Pasar Beringharjo menuntut keahlian mutlak ilmu negosiasi harga (tawar-menawar) tanpa tedeng aling. Aneka daster wanita super nyaman, stelan kain sprei tenun lurik lawasan hingga topi blangkon dijual serendah bilangan Rp 30 ribuan!
Berbekallah selalu menukar pecahan tunai senilai Rp10.000 maupun Rp20.000 ke kantung leher sebagai taktik anti ribet memancing dompet. Selesai memutari areal Malioboro ujung, cicipilah pecel pincuk depan gerbang menormalkan rasa bahagia kembali!
Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!


