
Eksplorasi Kuliner Legendaris Yogyakarta: Makanan yang Wajib Dicoba Wisatawan
Kurasi rute wisata kuliner otentik dari ujung Malioboro hingga sudut Bantul yang tak boleh luput dari jadwal liburan Anda.
Tim Editorial
Waktu baca: 6 menit
Sebuah perjalanan jauh rasanya kurang lengkap jika perut kita tidak dijamu dengan santapan warisan setempat. Wisata kuliner Yogyakarta bukan hanya soal mengisi perut, tapi menelusuri akar budaya yang disalurkan melalui hidangan legendaris dari generasi ke generasi. Ini dia rekomendasi kuliner Jogja yang otentik dan sering diburu pendatang dari Jakarta dan sekitarnya.
1. Gudeg Yu Djum: Identitas Kota Pendidikan
Anda tak bisa menyebut pernah ke Jogja tanpa mencicipi sepiring gudeg. Gudeg Yu Djum adalah salah satu legenda hidup dari puluhan sentra gudeg di Wijilan. Berdiri sejak tahun 1950, gudeg kering dengan bumbu areh pekat ini memadukan sayur nangka muda yang legit manis kemerahan dengan krecek pedas gurih, disajikan di atas pincuk daun pisang maupun besek bambu. Antrean bisa sangat panjang di masa musim liburan panjang.
2. Sate Klathak Pak Bari
Menuju arah selatan, tepatnya di Pasar Jejeran, Bantul, terdapat kuliner malam menggoyang lidah bernama Sate Klathak. Salah satu yang paling fenomenal (terkenal sejak masuk film AADC 2) adalah Sate Klathak Pak Bari. Keunikannya adalah daging kambing muda diolah sangat sederhana hanya dengan garam dan dibakar menggunakan ruji roda sepeda. Panas yang dihantarkan dari besi ruji membuatnya matang luar dalam. Kuah gulai beningnya sangat khas.
3. Kopi Jos Lek Man
Ingin sensasi nongkrong malam sederhana di emperan stasiun? Kunjungi kawasan angkringan di sebelah utara Stasiun Tugu. Kopi Jos adalah ikon utama angkringan ini, di mana kopi hitam pekat diisi sebongkah bara api panas menyala hasil pembakaran arang. Bunyi berdesis "josss" langsung mengisyaratkan sensasi pahit beraroma karamel asap. Di sini, Anda dapat memadukannya dengan sego kucing (nasi porsi kecil) dan sate usus lezat.
4. Oseng-Oseng Mercon Bu Narti
Bagi Anda pecinta hidangan ekstrem pedas, Oseng Mercon Bu Narti di Jalan KH. Ahmad Dahlan merupakan pelabuhan empuk untuk lidah yang mendamba tantangan pedas. Lauknya terdiri dari koyor, otot sapi, hingga daging tetelan yang direbus empuk kemudian ditumis menggunakan irisan cabai rawit super maut. Keringat dan air mata tentu menetes saking pedasnya gempuran kikilnya!
5. Bakmi Jowo Mbah Gito
Kuliner malam lainnya dalah sajian Bakmi Jowo (Bakmi Godog maupun Goreng). Bakmi Mbah Gito di kawasan Kotagede menengahi tradisi rasa rempah pekat yang diramu menggunakan tungku anglo dan arang. Estetika restoran tradisional yang seluruh bangunannya disusun dari batang kayu sisa hutan menambah kenyamanan sensasi nostalgik. Menu tambahan seperti the poci melengkapi hidangan legendaris ini.
Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!


