
Panduan ke Sapa: Menikmati Sawah Terasering dan Pegunungan Vietnam
Kabur dari panasnya kota menuju udara pegunungan segar, lembah hijau, dan interaksi hangat Suku Hmong di utara Vietnam.
Maya Wijaya
Waktu baca: 7 menit
Jika Anda menyukai lanskap alam bertingkat mirip Tegalalang Bali namun berskala jauh lebih masif dan bersuhu dingin yang ekstrem pada bulan tertentu, Sapa adalah jawabannya. Berada di ujung utara berbatasan langsung dengan Tiongkok, Sapa adalah kota pegunungan yang senantiasa diselimuti oleh lautan kabut lembut.
Perjalanan Malam yang Estetik Cara Menuju Ke Sana yang paling digemari turis adalah dengan memesan tiket Sleeper Train (kereta api yang menyediakan kabin tempat tidur) atau Sleeper Bus malam dari Hanoi. Menghabiskan waktu perjalanan 6 hingga 8 jam sembari beristirahat nyaman di kereta akan menghemat waktu Anda. Pastikan Anda menginap minimal satu hingga dua malam untuk meresapi auranya.
Trekking dan Interaksi dengan Suku Lokal Aktivitas utama di Sapa adalah berjalan kaki ('trekking') menelusuri lembah dan desa tradisional seperti Ta Van, Lao Chai, atau Cat Cat Village. Selama berjalan di tepi hamparan sawah hijau kekuningan, Anda akan sering disapa oleh kelompok suku minoritas lokal (seperti Black Hmong atau Red Dao) yang mengenakan pakaian tenun tradisional warna-warni yang khas. Mereka sangat ramah dan sering menjual pernak-pernik sulaman buatan tangan.
Menaklukan Atap Indochina: Gunung Fansipan Sapa adalah lokasi di mana kemegahan 'The Roof of Indochina' (Atap Indochina) berada, yakni Gunung Fansipan. Anda kini tak perlu lagi mendaki berhari-hari menguras keringat. Sistem kereta gantung (cable car) Sun World Fansipan Legend yang memecahkan rekor dunia akan membawa Anda berselancar di atas hutan rimbun dan lautan awan, mencapai puncaknya (sekitar 3.143 mdpl) hanya dalam waktu puluhan menit. Setibanya di atas, persiapkan jaket tebal Anda!
Suka artikel ini? Bagikan ke teman-temanmu!


