Travelers, Ini 4 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Piknik ke Jambi

Jambi menjadi salah satu provinsi di pulau Sumatera yang menyuguhkan beragam atraksi wisata menarik, mulai dari sajian kuliner, tradisi, hingga ragam cenderamata yang bisa dijadikan bingkisan oleh-oleh saat kembali ke tempat asal. Bagi kamu yang berencana untuk piknik ke Jambi, ada empat hal yang wajib kamu lakukan saat tiba di Jambi. Pastikan untuk tidak melewatkan satu pun dari keempatnya ya!

 

Menjaga Keberlangsungan Ekosistem Sungai Melalui Tradisi Lubuk Larangan

 

Jambi dikenal sebagai wilayah yang turut dialiri sungai-sungai besar. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah Jambi juga membawa kekayaan sumber daya alam bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Tak heran, bila beberapa kota di Jambi dan sekitarnya mengadopsi istilah sungai, air maupun muara dalam namanya. Salah satu kekayaan sumber daya yang turut dibawa adalah ikan. Jumlah ikan meningkat drastis saat musim-musim tertentu di berbagai wilayah di provinsi Jambi, termasuk Merangin.

Sayangnya, melimpahnya jumlah ikan di sungai yang mengalir di Merangin sering tidak dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem sungai. Alhasil, ikan-ikan itu pun terus ditangkap, tanpa memberikan kesempatan yang lebih besar bagi mereka untuk berkembang biak. Pemerintah, beberapa tokoh masyarakat dan elemen masyarakat yang terketuk nuraninya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem sungai pun tak tinggal diam. Lubuk larangan pun tercipta, menjadi salah satu cikal bakal tradisi penjagaan keanekaragaman potensi hayati yang melimpah di bumi Merangin ini.

Salah satu yang paling menarik dari Lubuk Larangan adalah saat pemanenan ikan pada tiga sampai lima tahun setelah bibit ikan disebar atau disebut dengan pembukaan lubuk larangan. Semua warga berkumpul di lubuk larangan desanya saat panen tiba. Mereka telah bersiap dengan jaring-jaring berukuran besar dan alat penangkap ikan ramah lingkungan. Tak lupa, perayaan tradisi biasanya juga turut diramaikan dengan hiburan atau kesenian khas rakyat. Sehingga semua orang yang mengikuti tradisi ini akan larut dalam suka cita.

 

Piknik ke Jambi Tak Lengkap Rasanya Bila Tak Membawa Oleh-oleh Batik Jambi khas Sekoja

(Foto: Pesona Travel)

Sekoja atau Seberang Kota Jambi menginterpretasikan kekayaan budaya Jambi termasuk batik. Daerah ini memiliki adat yang masih kental. Aneka bangunan adat banyak ditemukan di daerah ini, menandakan bahwa tradisi masih dipelihara di Sekoja. Tak hanya itu, Sekoja dikenal sebagai sentra batik terbesar di Jambi. Sekoja terdiri dari sebelas kelurahan, semuanya memiliki pengrajin batik yang masih aktif memproduksi batik hingga saat ini. Sebelas kelurahan tersebut adalah Pasir Panjang, Tanjung Raden, Tanjung Pasir, Olak Kemang, Ulu Gedong, Kelurahan Kampung Tengah, Kelurahan Jelmu, Mudung Laut, Arab Melayu, Tahtul Yaman dan Tanjung Johor. Dari kesebelas kelurahan ini, Kampung Tengah, Olak Kemang, Ulu Gedong, Arab Melayu menjadi kelurahan yang memiliki pengrajin batik terbanyak. Pengunjung juga bisa belajar membatik dengan merogoh kocek dua ratus ribu rupiah.

Soal harga, per lembarnya dipatok Rp.200.000,00 hingga jutaan rupiah. Hal ini senada dengan cara pengerjaan dan motif yang ditampilkan pada kain dasaran. Tak heran bukan mengapa kain batik Jambi demikian menjadi primadona bagi penggiat busana nusantara belakangan hari ini. Eksotisme alam yang diadopsi olehnya tentu sayang untuk tidak dihadirkan dalam busana dan perhelatan akbar yang memperkaya khazanah budaya Nusantara.

 

Para Pelancong juga Wajib Mengunjungi Pasar Buah Legendaris di Jambi

(Foto: Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jambi)

Pasar Buah Kota Jambi merupakan salah satu pilihan wisata belanja bagi masyarakat dan wisatawan kota Jambi. Pasar buah ini dikelola oleh Dinas Pasar Kota Jambi, karena menjual buah-buahan segar, baik lokal maupun impor. Selain itu, buah yang disajikannya pun segar-segar dan penuh warna, sehingga akan menarik minat dan perhatian para pembelinya. Pasar buah ini berdiri di sepanjang Jalan Dr.Cipto Mangunkusumo, Kecamatan Pasar, Kota Jambi yang lebih sering disebut daerah Simpang Sado.

Sentra buah terbesar di kota Jambi ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Cikal bakal sentra ini sudah dimulai sejak 1965, di mana semula para pedagang menjual dagangannya dengan gerobak dorong. Saat itu, para pedagang masih berpencar-pencar dan belum sebanyak saat ini. Sejak tahun 1980 itu lah, para pedagang mulai terpusat di kawasan Jalan Dr.Cipto Mangunkusumo. Saat itu, ada sedikitnya dua puluh pedagang yang membuka toko permanen di sana. Seiring berkembangnya zaman, jumlah pedagang pun meningkat, hingga kini mencapai lima puluh pedagang. Arsitektur bangunannya pun sangat khas dan tidak bisa dijumpai di kota lain. Bentuk atapnya mengingatkan wisatawan pada konsep rumah kampung Selaso Jatuh Kembar yang memperlihatkan detail tiang dan ukiran-ukiran unik pada bagian penyangga atap. Terdapat pula bumbungan yang sangat khas bernuansa Jambi di bangunan pasar buah ini.

 

Nikmati Kelezatan Semangkuk Gulai Tepek Ikan Batanghari

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Tanah Andalas tanpa menyantap kuliner khas daerahnya yang kaya rempah. Salah satu sajian yang wajib dicicipi saat melintas di salah satu kawasan delta sungai Batanghari adalah Gulai Tepek Ikan. Jambi sepertinya tidak membangun inspirasi kuliner ini sendirian, sebab dari tampilan kuliner tradisional ini terdapat harmonisasi dua kebudayaan besar, yakni Padang melalui Gulainya yang merah menggoda dan Palembang dengan Pempeknya yang kenyal dan gurih. Bagi pencinta kuliner, rasanya sayang bukan untuk melewatkan panganan yang satu ini?

Gulai Tapek Ikan tercatat sebagai salah satu kuliner endemik, yang hanya bisa dijumpai di tempat asalnya, Batanghari. Selain karena bahan-bahannya murni dari tanah Jambi, kuliner ini hanya disajikan di saat-saat tertentu, seperti momen lebaran atau hajatan pernikahan. Tidak terbayang bukan betapa sulitnya mencicipi makanan ini di hari-hari biasa? Maka dari itu, bila kamu bisa menikmati kuliner satu ini, perjalanan ke Jambi bisa jadi pengalaman tak terlupakan bagimu.

 

Itulah empat hal yang bisa dilakukan saat piknik ke Jambi. Pastikan untuk mengunjungi beragam destinasi menarik di Jambi dan ciptakan cerita liburan menarikmu ya!

 

Penulis: Fitria Yusrifa

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password