Tumpeng Sewu, Tradisi Suku Using di Desa Kemiren, Banyuwangi, yang Kini Menjadi Sajian Wisata

Tumpeng Sewu, Tradisi Suku Using di Desa Kemiren

Enaknyakemana.com – Banyuwangi saat ini memang terus menggalakkan sektor pariwisatanya, termasuk tradisi suku using di Desa Kemiren. Beragam festival yang digelar di Banyuwangi memang diperuntukkan guna menarik para wisatawan untuk datang. Salah satu festival di adakan di Desa Kemiren bernama Tumpeng Sewu. Menariknya festival ini merupakan tradisi yang sudah lama mengakar dalam masyarakat Banyuwangi dan kini dibuat menjadi lebih meriah. Lalu seperti apakah Tumpeng Sewu di Desa Kemiren yang telah menjadi sajian wisata ini? Berikut ulasannya.

Tumpeng Sewu, Tradisi Suku Using di Desa Kemiren

Saat festival Tumpeng Sewu ini digelar maka akan ada banyak wisatawan yang datang ke Desa Kemiren untuk bersama-sama warga memeriahkannya. Festival ini akan diadakan seminggu sebelum Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya. Dimulai dari jam 17.30 WIB selepas manghrib, jalan menuju Desa Kemiren sejauh 2 km akan ditutup untuk menggelar Tumpeng Sewu.

Tumpeng Sewu, Tradisi Suku Using di Desa Kemiren

Tumpeng yang merupakan sajian nasi berbentuk kerucut lengkap dengan laut pauknya akan bisa Anda nikmati dalam festival. Karena jumlah tumpeng yang dihadirkan di sini jumlahnya sangat banyak maka kemudian muncul nama Sewu yang artinya Seribu. Menu yang ditunggu-tunggu wisatawan dari lauk yang ada pada tumpeng dalam gelaran festival ini adalah pecel pitik khas Banyuwangi yakni sajian ayam bakar dengan bumbu parutan kelapa.

Anda yang ingin mengikuti festival ini cukup datang ke Desa Kemiren, Banyuwangi saat festival ini digelar. Saat tiba di Desa Anda diharuskan berjalan kaki yang merupakan tradisi Tumpeng Sewu. Tidak hanya itu saat menikmati sajian kuliner Anda juga harus duduk bersila di atas karpet atau tikar.

Sepanjang jalan Desa Kemiren Anda akan ditawari oleh penduduk di depan rumah untuk duduk dan makan. Dalam tradisi Tumpeng Sewu Anda bisa berkuliner dengan ditemani cahaya dari api obor.

Tumpeng Sewu, Tradisi Suku Using di Desa Kemiren

Tumpeng Sewu merupakan tradisi masyakarat asli Banyuwangi yakni suku Using ini dilakukan setiap setahun sekali. Tradisi dan ritual ini dilakukan dengan tujuan agar desa dan warganya dijauhkan dari segala sumber penyakit dan bencana. Karena tujuan bersih desa inilah maka sebelum makan tumpeng bersama maka akan dilakukan pembacaan doa terlebih dahulu yang dipimpin sesepuh dari masjid di desa setempat. Bahkan untuk tujuan selamatan tolak bala ini pada pagi hari sebelum dilangsungkan Tumpeng Sewu warga melakukan ritual mepe kasur atau menjemur tempat tidur.

Setelah dibacakan doa maka kegiatan makan tumpeng bersama pun dilakukan. Saat makan bersama Tumpeng Sewu ini suasana keakraban akan Anda rasakan. Ini karena Anda akan makan tumpeng bersama-sama warga.

Untuk Anda yang tertarik datang ke Desa Kemiren, Banyuwangi maka tiket perjalanan adalah sesuatu yang wajib Anda miliki. Nah untuk mendapatkan tiket perjalanan ke Desa Kemiren ini Anda bisa menjadikan Akulaku sebagai tempat pembelian. Dengan membeli tiket perjalanan di Akulaku maka Anda bisa melakukan pembayaran secara mencicil tanpa kartu kredit.

 

Mau dapat promo hotel & tiket perjalanan ke destinasi wisata favorit dari AkuLaku Indonesia?

Caranya gampang! Isi formulir di bawah ini secara lengkap!

*
*
*

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password